Saat Anak Memasuki Masa Remaja, Banyak Orang Tua Mulai Kehilangan "Akses" kepada Anaknya

Sebuah panduan praktis dari Abah Ihsan untuk membantu orang tua mempersiapkan anak menghadapi masa baligh, menyikapi rasa cinta pertama, serta membangun komunikasi yang tetap hangat di masa remaja.

Akses instan setelah pembayaran • Video 8 Materi

Sejak Memasuki Masa Remaja, Rasanya Ia Bukan Lagi Anak yang Sama

Dulu ia bercerita apa saja kepada Anda. Sekarang, setiap kali diajak bicara, jawabannya hanya, "Nggak apa-apa

• — Anak mulai lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman dibandingkan keluarga. Anda ingin tahu kehidupannya, tetapi setiap pertanyaan terasa seperti interogasi di matanya.


• — Tiba-tiba anak menjadi lebih sensitif. Hal kecil yang dulu biasa saja, kini bisa berakhir dengan pintu dibanting, wajah cemberut, atau jawaban ketus yang membuat Anda bingung harus bersikap bagaimana.


• — Suatu hari Anda menyadari anak mulai menyukai seseorang. Entah dari cerita temannya, isi ponselnya, atau perubahan sikapnya. Anda ingin membimbingnya, tetapi takut salah bicara dan justru membuatnya semakin tertutup.


• — Mungkin Anda pernah bertanya dalam hati, "Kalau nanti ada yang menyatakan cinta kepada anak saya... apa yang harus saya lakukan? Haruskah dilarang? Dinasehati? Atau didiamkan?"


• — Setiap kali anak marah, Anda bingung membedakan: apakah ini hanya gejolak pubertas, atau ada sesuatu yang lebih serius yang sedang ia rasakan?


• — Anda ingin tetap menjadi tempat cerita bagi anak. Tetapi semakin besar usianya, semakin terasa bahwa "akses" kepada hatinya perlahan mulai berkurang.


• — Yang paling membuat khawatir, Anda takut terlambat. Takut baru mengetahui masalah anak ketika semuanya sudah terlanjur terjadi.


"Masa baligh bukanlah masa ketika anak Anda mulai menjauh. Masa baligh adalah masa ketika mereka mulai mencari jati diri, menguji batas, dan belajar mengambil keputusan sendiri. Yang menentukan bukan seberapa besar perubahan pada anak, tetapi seberapa siap orang tua mendampingi perubahan itu. Jika fase ini dilewati dengan bimbingan yang tepat, baligh bukan menjadi awal renggangnya hubungan, melainkan awal lahirnya kedewasaan dan kepercayaan."

— Abah Ihsan


PERJALANAN ORANG TUA

Lima Tahap untuk Tetap Menjadi Tempat Pulang bagi Anak yang Memasuki Masa Baligh

Masa baligh bukan hanya mengubah tubuh anak. Masa ini juga mengubah cara mereka berpikir, merasakan, dan berhubungan dengan orang tuanya. Dalam materi ini, Abah Ihsan akan mengajak Anda memahami perubahan tersebut langkah demi langkah, sehingga Anda tidak hanya mampu menghadapi masa remaja anak, tetapi juga tetap menjadi orang yang paling dipercaya olehnya.

TAHAP SATU · MEMAHAMI

Memahami Dunia Baru Anak Remaja

Sebelum memperbaiki hubungan dengan anak, orang tua perlu memahami apa yang sebenarnya sedang berubah. Mengapa anak tiba-tiba menjadi lebih sensitif? Mengapa ia mulai membantah? Mengapa ia ingin lebih banyak bersama teman dibanding keluarga? Semua akan dibahas berdasarkan fase perkembangan remaja, bukan sekadar asumsi.


TAHAP DUA · BALIGH

Mempersiapkan Anak Menghadapi Masa Baligh

Baligh bukan hanya soal perubahan fisik. Ini adalah awal datangnya tanggung jawab sebagai seorang muslim. Anda akan belajar bagaimana mengenalkan perubahan tubuh, menjaga rasa malu, membangun kesadaran ibadah, serta mempersiapkan anak tanpa membuat mereka takut atau malu.


TAHAP TIGA · CINTA

Saat Anak Mulai Mengenal Rasa Suka

Bagaimana jika anak mulai jatuh cinta? Bagaimana jika sudah ditembak? Haruskah langsung dilarang? Atau justru diajak berdiskusi? Pada tahap ini Abah Ihsan membahas bagaimana orang tua merespons fitrah tersebut dengan tenang, sehingga anak tetap merasa aman bercerita kepada orang tuanya.


TAHAP EMPAT · EMOSI

Menghadapi Ledakan Emosi Remaja

Remaja tidak selalu marah karena membangkang. Sering kali mereka sedang kesulitan mengelola perubahan yang terjadi dalam dirinya. Anda akan memahami penyebab umum remaja mudah marah, cara merespons konflik tanpa memperbesar pertengkaran, serta membangun komunikasi yang tetap hangat.


TAHAP LIMA · MENJAGA KEPERCAYAAN

Tetap Menjadi Orang yang Pertama Dicari Anak

Tujuan akhirnya bukan sekadar membuat anak patuh. Tujuan terbesar orang tua adalah tetap menjadi tempat pulang ketika anak menghadapi masalah. Pada tahap terakhir, Anda akan belajar membangun hubungan yang penuh kepercayaan agar anak tetap terbuka kepada orang tuanya, bahkan ketika memasuki usia remaja.



Belasan Tahun Mendampingi Ribuan Orang Tua Mempersiapkan Anak Menuju Baligh

Bukan hanya mengajarkan teori, tetapi mendampingi keluarga menghadapi fase yang sering kali paling membingungkan dalam perjalanan menjadi orang tua.

Abah Ihsan

Praktisi Parenting • Pendidik Keluarga

Selama bertahun-tahun, Abah Ihsan bertemu dengan satu pola yang terus berulang.

Banyak orang tua baru mulai belajar tentang masa baligh setelah anak mulai berubah.

Ketika anak mulai membantah.
Ketika anak mulai menyimpan rahasia.
Ketika anak mulai marah tanpa sebab yang dipahami orang tuanya.
Atau ketika suatu hari mereka mengetahui anaknya mulai menyukai seseorang.

Padahal saat masalah-masalah itu muncul, proses pendampingan seharusnya sudah dimulai jauh sebelumnya.

Dari ribuan orang tua yang mengikuti kelas, seminar, dan program pengasuhan bersama Abah Ihsan, satu kesimpulan selalu muncul:


Anak yang memasuki masa baligh tidak sedang menjauh dari orang tuanya. Mereka sedang belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa. Pertanyaannya bukan apakah perubahan itu akan datang, tetapi apakah orang tua sudah siap menyambutnya.


Karena itulah materi "Mempersiapkan Anak Baligh dan Jatuh Cinta" disusun.

Bukan untuk membuat anak takut dengan masa baligh. Bukan pula untuk mengontrol setiap langkah anak. Melainkan agar orang tua mampu menjadi tempat yang paling aman bagi anak ketika perubahan besar itu mulai terjadi.


Yang Akan Anda Dapatkan

8 Video Pembelajaran • E-book Mendidik Anak dengan Tenang Setiap Pembelian 2 buah e-learning • Akses Selamanya

Bukan sekadar teori. Setiap materi dirancang agar orang tua mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menghadapi pubertas, mengelola emosi remaja, hingga menyikapi anak yang mulai mengenal cinta.


Rating & Review

Tekniknya sangat membantu untuk komunikasi dengan anak remaja
Yulianti
Peserta E-Learning Abaihsan
Saya jadi lebih memahami kenapa anak saya berubah
Esti
Peserta E-Learning Abaihsan

EPA - Mempersipkan Anak Baligh dan Jatuh Cinta

Syarat & Ketentuan: Tidak diizinkan untuk melakukan perekaman dalam bentuk apapun (screen recording, download, via aplikasi, rekam ulang, dll) . Jika terdapat pelanggaran, kami serahkan pada Allah yang membalas dengan sebaik-baiknya perhitungan. Membeli berarti menyetujui ketentuan ini

Masukan nama lengkap anda
Masukan email yang valid
Masukan nomor whatsapp yang valid
Rincian Pembelian
Mempersiapkan Anak Baligh dan Jatuh Cinta
Rp 199.000
Diskon Bulan Ini
-Rp 50.000
Total
Rp 149.000
Memproses pembayaran...

FAQ